Umroh merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Meskipun hukumnya sunnah, namun sebagian ulama menyebut umroh sebagai ibadah yang wajib minimal sekali seumur hidup bagi yang mampu. Sama halnya dengan haji, umroh memiliki ketentuan, syarat, serta rukun-rukun yang harus dipenuhi. Tanpa melaksanakan rukun tersebut, ibadah umroh tidak akan sah.
Banyak calon jamaah umroh yang masih bingung membedakan antara rukun, wajib, dan sunnah umroh. Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai rukun umroh, syarat-syaratnya, perbedaan dengan wajib umroh, serta tata cara pelaksanaannya. Dengan memahami hal ini, jamaah bisa lebih siap dalam menunaikan ibadah umroh dengan sempurna.
Pengertian Rukun Umroh
Secara bahasa, rukun berarti bagian pokok atau hal yang menjadi dasar suatu ibadah. Dalam konteks umroh, rukun umroh adalah amalan yang wajib dilakukan dan tidak bisa diganti dengan dam (denda). Apabila salah satu rukunnya ditinggalkan, maka ibadah umroh menjadi tidak sah.
Berbeda dengan wajib umroh, yaitu amalan yang jika ditinggalkan masih bisa ditebus dengan membayar dam, rukun umroh sama sekali tidak bisa ditinggalkan. Oleh karena itu, jamaah harus memahami dan mengamalkannya dengan benar.
Dalil Rukun Umroh
Rukun umroh ditetapkan berdasarkan Al-Qur’an, Hadits, serta ijma’ ulama. Beberapa dalil yang menjadi dasar antara lain:
-
Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 196
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah…” -
Hadits Nabi SAW:
“Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim) -
Ijma’ Ulama
Mayoritas ulama dari empat mazhab sepakat bahwa rukun umroh terdiri dari beberapa amalan inti yang wajib dilaksanakan.
Rukun Umroh Menurut Empat Mazhab
Secara umum, para ulama sepakat bahwa ada beberapa rukun umroh. Namun, terdapat sedikit perbedaan di antara mazhab:
-
Mazhab Syafi’i & Hanbali: Rukun umroh ada 5
-
Mazhab Hanafi & Maliki: Rukun umroh ada 3
Namun secara umum di Indonesia, yang banyak dianut adalah Mazhab Syafi’i, sehingga rukun umroh terdiri dari 5 amalan pokok.
5 Rukun Umroh dan Penjelasannya
Berikut adalah rukun umroh yang wajib dipenuhi:
1. Ihram (Berniat Umroh)
-
Pengertian: Ihram adalah niat untuk melaksanakan ibadah umroh yang dilakukan dari miqat (batas tempat yang ditentukan).
-
Dalil: Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). -
Tata cara:
-
Mandi sunnah ihram.
-
Memakai pakaian ihram (laki-laki: dua lembar kain putih tanpa jahitan; perempuan: pakaian menutup aurat sesuai syariat).
-
Membaca niat: “Labbaika ‘umratan” (Aku sambut panggilan-Mu untuk umroh).
-
Disertai dengan melafalkan talbiyah: “Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik…”
-
Ihram adalah syarat awal sahnya umroh. Jika tidak berniat ihram dari miqat, maka ibadah umroh tidak sah.
2. Thawaf (Mengelilingi Ka’bah)
-
Pengertian: Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan posisi Ka’bah selalu berada di sebelah kiri jamaah.
-
Dalil: QS. Al-Hajj ayat 29:
“Hendaklah mereka menyelesaikan nazar-nazar mereka dan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Ka’bah).” -
Tata cara:
-
Dimulai dari Hajar Aswad.
-
Setiap putaran berakhir di Hajar Aswad.
-
Jamaah disunnahkan untuk mencium atau menyentuh Hajar Aswad jika memungkinkan.
-
Thawaf dilakukan dengan penuh khusyuk sambil berdoa.
-
Jika thawaf tidak dilakukan, maka ibadah umroh batal.
3. Sa’i antara Shafa dan Marwah
-
Pengertian: Sa’i adalah berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
-
Dalil: QS. Al-Baqarah ayat 158:
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah…” -
Tata cara:
-
Dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah.
-
Perjalanan dilakukan sebanyak 7 kali (Shafa ke Marwah dihitung satu kali).
-
Jamaah laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil di area yang ditandai lampu hijau.
-
Sa’i adalah bentuk penghayatan terhadap perjuangan Siti Hajar mencari air untuk Nabi Ismail.
4. Tahallul (Bercukur atau Memotong Rambut)
-
Pengertian: Tahallul adalah memotong sebagian rambut kepala setelah selesai sa’i.
-
Dalil: QS. Al-Fath ayat 27:
“Kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah, dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya…” -
Tata cara:
-
Laki-laki dianjurkan mencukur habis rambutnya (halq), namun boleh juga memendekkan.
-
Perempuan cukup memotong sedikit rambutnya, sekitar 2-3 helai.
-
Tahallul menandakan selesainya ibadah umroh dan jamaah sudah boleh kembali melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang dalam ihram.
5. Tertib
-
Pengertian: Tertib berarti melaksanakan rukun umroh secara berurutan.
-
Maksudnya: Jamaah tidak boleh mendahulukan satu rukun dan meninggalkan yang lain.
-
Contoh: Tidak sah jika seseorang melakukan thawaf dulu sebelum ihram.
Dengan tertib, ibadah umroh menjadi sempurna sesuai syariat Islam.
Perbedaan Rukun dan Wajib Umroh
Banyak jamaah yang masih bingung membedakan antara rukun umroh dan wajib umroh. Berikut perbedaannya:
-
Rukun Umroh
-
Tidak bisa ditinggalkan.
-
Jika ditinggalkan, umroh batal.
-
Tidak bisa diganti dengan dam.
-
-
Wajib Umroh
-
Jika ditinggalkan, umroh tetap sah.
-
Tetapi harus membayar dam (denda).
-
Contoh wajib umroh: ihram dari miqat, menjauhi larangan ihram.
-
Hikmah dan Manfaat Melaksanakan Rukun Umroh
Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, rukun umroh memiliki makna spiritual yang mendalam, antara lain:
-
Ihram: Melambangkan kesucian diri dan niat tulus karena Allah.
-
Thawaf: Melambangkan penghambaan total kepada Allah, pusat kehidupan umat Islam.
-
Sa’i: Mengingatkan pada perjuangan Siti Hajar dalam mencari rezeki (air).
-
Tahallul: Simbol penyucian diri dari dosa-dosa.
-
Tertib: Mengajarkan kedisiplinan dalam beribadah.
Tips Melaksanakan Rukun Umroh dengan Benar
-
Pelajari manasik umroh sebelum berangkat.
-
Ikuti bimbingan ustadz atau pembimbing haji agar tidak salah tata cara.
-
Persiapkan fisik karena thawaf dan sa’i membutuhkan tenaga.
-
Jaga niat agar ibadah hanya karena Allah.
-
Hindari hal-hal yang membatalkan ihram, seperti memakai wangi-wangian, memotong kuku, atau berburu hewan.
Rukun umroh adalah amalan pokok yang wajib dilakukan dalam ibadah umroh. Berdasarkan mazhab Syafi’i, rukun umroh ada 5 yaitu:
-
Ihram (niat umroh dari miqat)
-
Thawaf mengelilingi Ka’bah
-
Sa’i antara Shafa dan Marwah
-
Tahallul (memotong rambut)
-
Tertib (berurutan dalam melaksanakan rukun)
Memahami rukun umroh sangat penting agar ibadah sah dan diterima oleh Allah SWT. Dengan melaksanakan rukun secara sempurna, jamaah tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam.
